Aksi Damai 411

Beberapa hari lalu,dihari jumat beribu-ribu umat muslim melakukan aksi damai. Sebuah gerakan yang saya tak bakal mengira bahwa masih banyak disana umat muslim yang peduli pentingnya memperjuangkan agamanya.

 

saya tidak bisa ikut berjuang didalam barisan tsb tapi saya mersakan diri ini bahwa berkata tidak terhadap seseorang yang berbuat seenaknya kepada agama yang saya anut. Betapa banyak orang selalu berpendapat itu hanyalah salah paham, saya mengerti kok , seharusnya kalau memang salah paham mungkin bukan saya saja yang merasa sedih dan marah.

Alhamdulilah Allah Maha Besar betapa banyak berita membahagiakan bahwa islam adalah agama damai. agama yang tak pernah memaksa umat lainnya untuk mempercayai agama kami. Kami yakin karena kesempurnaan agama islam lah , manusia akan mencarinya sendiri.

 

Saya masih bisa mengerti bahwa ketika saya berdebat dengan teman persoalan agama dimulai di titik yang berbeda, hal itu tak perlu, Buat apa? Karena Tuhan saya dan Tuhan mereka berbeda. Tapi saya lebih bersedih ketika umat islam lah sendiri yang meruntuhkan kepercayaan mereka dan membuat persoalan ini sebagai bahan bercandaan yang membuat hati ini tertegun. Butakah hati mereka atau sudah mati.

Tapi semua itu atas kehendak Allah. Bukankah yang bisa membuka dan menutup mata hati kita hanya Allah semata. Bersyukurlahb engkau masih diberi hati oleh Allah untuk membela nuranimu teman-teman muslim. Allah bersama kalian.

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Kalau saja aku Fatima anak rosul, mungkin aku tidak seresah ini. Karena Fatima adalah perempuan sunyi bahkan setanpun tidak mengetahui perasaannnya dengan siapa ia jatuh cinta. Cintanya kepada Ali hanyalah Allah yang mengetahui karena memang Allah tak pernah luput apa yang Ia ketahui dengan hambanya.

Kalau saja aku fatima tentunya aku akan yakin bahwasanya Allah lah yang berhak atas hatinya. tapi aku hanya perempuan biasa, bukan perempuan yang sempurna itu, bukan perempuan sehalus itu.

Semoga Allah memberiku kekuatan memberiku kesunyian untuk menyimpan rapat-rapat perasaan itu. Karena aku tahu memiliki perasaan cinta tanpa rido Allah akan sia-sia juga bukan

 

 

 

Mencintai dalam diam

Mencintaimu dalam diam. Kalau saja aku perempuan soleh penuh ketaatan,  mungkin aku mudah melaluinya. tapi aku hanya manusia biasa. penuh nafsu dan rindu untuk sosok nyata. Ya Tuhan kali ini jika aku harus kembali mencintai dalam diam, seharusnya aku mulai terbiasa bukan. Tapi aku belum. aku belum sehebat itu Tuhan. Aku bukan perempuan hebat yang begitu halus perasaannya yang bisa menyilapkan rasa. seandainya aku demikian

 

aku kesepian dan kehilangan ditinggalkan sosoknya yang hilang tanpa pesan dan aku tidak tahu kenapa. satu titik aku mulai menyerah untuk meletakkan perasaan ini. biarlah rasa ini Engkau yang mengaturnya. Engkau tumbuhkan atau engkau hilangkan.

aku sudah tak tahu jalanku diperlintasan mana…..aku harap jangan pernah membiarkanku Tuhan . aku butuh bantuanMU

Kosong

Pertanda apa yang Tuhan bawa untukku. Jika aku saja masih belum yakin apakah tanda-tanda yang meminta setitik asa belum Tuhan perlihatkan. Tapi ketakutanku lebih besar. Entah kenapa. takut mengakui aku salah membaca lagi. Aku takut bahwa nafsu hati ini menggebu sehingga mengaburkan kebenaran. Ya Allah kemana lagi aku harus mencari jika disetiap tanyaku justru membuatku semakin jauh dengannya.

 

Terkadang aku ingin melempar jauh perasaan ini jika apa yang aku rasakan salah untuknya. Tapi sebesar rasa takutku , aku juga ingin bertahan dengan rasa ini karena ada yang terselip di hatiku  sebuah harapan yaitu Ya Allah wujudkan hati ini jika Engkau rido. Beri aku petunjuk jika Engkau menerima apa yang kurasakan.

 

Menjauh dari dia juga seperti menyerah terHadap perasaan ini. sampai kapan aku tidak pernah berjuang untuk rasa ini Tuhan?

 

 

Beri Kami Waktu

Tuhan memberikan waktu untuk bertemu. Entah sampai kapan aku akhirnya bisa berkata ini tepat. Aku tak mau mengeluh Tuhan karena waktu yang Engkau pinjamkan ke diriku tak mampu ku rencanakan diwaktu-waktu masa silam. Siapa menyangka rasa yang pernah kubunuh diusia mudaku engkau menitipkan setitik asa untuk tumbuh kembali. tapi aku takut Tuhan. Benarkah dia ?

aku dan dia bertemu dalam waktu yang tak pernah datang dengan tepat. ya Tuhan kalau kali ini adalah pertanda dari Engkau , dia memang untukku. Berikanlah aku pertanda bahwa hatiku layak diperjuangkan olehnya. Sisipkan banyak rasa sayang, cinta, dan rindu di hatinya agar aku yakin bahwa apa yang kurasakan tak salah ku tempatkan.

 

Aku tak mampu lagi membaca hatinya. karena dia memadamkan api yang seharusnya bagai cahaya untuk menuntunku. tapi dia tak pernah percaya bahwa dia juga layak untukku Tuhan

aku bukan jatuh cinta

Bagimana mungkin seseorang yang membuat kecewa justru orang tidak bisa begitu saja kau lindas dari pikiranmu. Beribu alasan ingin menghapus justru bayangan dia yang membuat hati ini melenguh. Bhakan sampai titik kosong hatimu ,dia yang tak pernah akan ada didepanmu justru dia yang mengisi hatimu.

Apakah itu cinta ? kenapa cinta itu tidak membuat bahagia. Sampai akhirnya sisi hati mengambil kesimpulan bahwa cinta tidak demikian . jika engkau jatuh cinta engkau akan selalu jatuh.

Jika garis takdir dan keinginan tidak bisa linier seharusnya kita tidak perlu jatuh cinta bukan ?

Happy Enjoy 2016

Tulips

 

Selamat datang tahun 2016. Kembali dikota ini dalam keadaan yang tidak pernah kau rencanakan sebelumnya. Menunujukkan betapa diatas segala rencana kita . Allah lah pemilik jalan dan pemilih mana yang terbaik untuk kita.

 

saya hanya perlu mengikutinya dan mempermanis jalan kehidupan yang dipilihkan Tuhan kepada diri  ini. Apakah saya manusia yang menyerah ? Entahlah . saya hanya tahu bahwa saya tidak lagi kekeh dengan apa yang ada di otak ini. saya sedang berkompromi dengan pemilik Hidup. tedengar seperti gadis pasrah ya ? hmmm saya belum bisa menjawabnya.

 

hanya saja saya memang belum bisa melepas rasa ketakutan ini yang menyelinap perlahan di hati. tapi saya punya cara untuk menyiram ketakutan hati kok. saya sudah tahu caranya. saya hanya perlu mendekat terus kepada Dia. Bukankah itu keinginan saya ditahun kemarin. Saya ingin dekat dengan Allah SWT

 

skenario tahun ini membuat diri  begitu bergantung sangat. ketidakpastian diusia yang cukup terlalu tua membuat hati terkadang takut untuk melihat. tapi saya tidak ada keraguan melangkah untuk berjalan apapun hasilnya. saya hanya tahu bahwa disegala rencana dan hasilnya nanti , itu hak sepenuhnya Allah kepada diri ini.

 

satu hal saya hanya ingin menikmati setiap detiknya dan belajar untuk mensyukuri apapun keadaan diri ini. kembali dikota ini seperti belajar kembali. keluar dari sarang ternyaman. bukanlah hal mudah bukan ? saya perlu belajar, menata diri dan melihat kejutannya . Entah kapan kejutannya akan datang.

happy enjoy 2016